[ThreeShoot] Confused : Love Me Right (2/3)

 

poster

Tittle : Confused

By : Indri-Ber

Genre : Romance, Angst, Sad

Rating : T

Length : Three Shoot

Cast : Kim Rin Ha (OC),  Sehun, Kai, Luhan

*all cast belong to god, saya hanya pinjam nama

*terinspirasi dari L-DK Movie

I hope you enjoy and please show some respcet with comment

Happy Reading ^^

 Previous :

(1/3)

Bukan seberapa singkat waktu yang kita lewati, tapi seberapa banyak aku bisa membuatmu tersenyum saat bersamaku

 

 

Mencintaimu itu mudah. Yang sulit itu adalah membuatmu berhenti mencintainya.

 

 

Pertemuan singkat yang langsung membuatku terhipnotis. Meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia, sangat.

Sehun bingung. Tepatnya ia tidak tahu apa yang tengah ia rasakan saat ini. Memandang indahnya kilauan matahari yang berwarna jingga bercampur orens di depan pantai Long Beach bersama Rin Ha disampingnya membuatnya merasa nyaman dan begitu damai.

Berbeda ketika Hyena yang berada disampingnya. Jantungnya terus berdetak dua kali lebih cepat ditambah dengan perasaan gugup yang pasti selalu menemani detak jantungnya yang berdegup sangat kencang namun Sehun merasakan sesuatu yang berbeda. Rasa gugup dan ketidaknormalam fungsi kerja tubuhnya bercampur dengan rasa yang hanya ia rasakan ketika bersama yeoja yang berada disampingnya saat ini. Dan Sehun mengakui ia senang memiliki perasaan yang dia anggap tidak normal itu.

Genggaman tangan Sehun begitu erat hingga membuat gadis disamping Sehun mengeluarkan senyum kecilnya. Sejak mereka bertemu pagi tadi, tangan Sehun tak pernah lepas menggenggam tangannya erat membuat Rin Ha sama sekali tidak mempedulikan tubuhnya sekarang. Baginya bersama Sehun merupakan obat yang membuat dirinya sama sekali tidak merasakan sakit apapun.

Sehun tidak mengerti, mengapa disaat dirinya mencoba fokus dengan Rin Ha wajah gadis lain selalu terlintas dipikirannya. Bukan gadis lain tentunya. Ia adalah Kim Hyena. Gadis yang sudah membuatnya menjadi berubah tanpa Sehun sadari.

“kau mau pergi ?” masih dengan posisinya Rin Ha bertanya pada Sehun yang kini sudah tidak lagi menggenggam tangannya dan beranjak dari posisi duduknya. Sehun hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

“tidak bisakah kau berkunjung kerumahku ? atau mungkin kau bisa menginap” Sehun kembali tersenyum begitu manis dan mengelus rambut Rin Ha pelan.

“pasti, tapi tidak sekarang. Kau harus check-up dan istirahat, seharian ini kau pasti lelah kan ?”

“ani. Aku hanya ingin bersamamu”

Sehun kini kembali duduk sembari memegang pundak Rin Ha agar dapat berhadapan dengannya dan menatap matanya lekat-lekat.

“besok kita pergi lagi. Bukannya dulu kau mau ke Disneyland bersamaku kan jadi kau harus banyak istirahat karena besok kita akan pergi jauh”

Rin Ha mulai luluh dan menimbang-nimbang tawaran Sehun. Sebenarnya dia malas untuk sekedar jalan besok, Rin Ha hanya ingin menghabiskan waktu dirumah bersama Sehun seperti dulu namun sebelum Rin Ha menjawab Sehun malah mendahului dan menarik tangannya menuju mobil Alfa Romeo 4C milik Sehun.

“diam berarti setuju. Sekarang kita rumahmu dan ingat kau harus istirahat, arra ?” Rin Ha menggembungkan pipinya sebal lantaran Sehun tetap memaksanya untuk pulang dan membuat Sehun mencubiti pipi kurusnya yang sedang menggembung itu.

—————————————————-

Kai yang sedari tadi melihat Hyena jalan mondar mandir tak jelas sudah tidak dapat lagi menahan kesebalannya. Ia melempar kertas cupcake yang sudah ia remas sebelumnya tentunya untuk membuyarkan konsentrasi Hyena yang masih terus saja mondar mandir dihadapannya.

“mwo ?” tanya Hyena tidak lupa dengan suaranya yang keras lantaran Kai sudah menganggu kecemasannya itu.

“berhentilah mondar-mandir. Sebentar lagi ia juga akan pulang, kau tidak usah memikirkannya”

“kita berada di negara orang sekarang, ponselnya bahkan tidak aktif sejak pagi. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya Kai ? apa kau tidak khawatir ?” Hyena pun kembali melanjutkan aktifitas mondar-mandirnya yang sempat terhenti.

“Sehun memang seperti itu kalau bersama dengan Rin Ha. Kau tenang saja”

Perkataan Kai kini sukses menarik perhatian Hyena. Ia kini tidak lagi berkutat dengan aktifitas mondar-mandirnya melainkan langsung menghadapkan tubuhnya disamping

Kai yang sedari tadi duduk di sofa.

“memangnya Sehun seperti apa kalau bersama Rin Ha-ssi ?”

“ya seperti ini”

“seperti ini bagaimana ?”

Mati kau Kai.

Kai mengutuk dirinya sendiri. Seharusnya ia mengatakan hal lain untuk mengalihkan perhatian Hyena dari aktifitasnya yang tidak jelas itu. Kai tidak mungkin menjawab pertanyaan Hyena. Ia tahu gadis yang ada disampingnya ini menyukai oh tidak bukan menyukai tapi bahkan mencintai Sehun. Ia mengenal Sehun begitu pula Hyena. Perasaan mereka satu sama lain tidak bisa disembunyikan. Hanya kedua sahabatnya itu yang begitu bodoh tidak menyadari perasaan mereka sendiri.

“Kai” Hyena berteriak membuat Kai kehilangan konsentrasi memikirkan jawaban lain yang lebih masuk akal dan tidak menyakiti Hyena.

“kau membuat telingaku bengkak. Sana pergi aku mau mandi” Kai merutuki dirinya sendiri. Memangnya ada telinga yang bengkak lantaran sebuah teriakan yang tak lebih besar dari kebisingan pengerjaan jalan ? Kai menyerah dan tidak peduli apa yang Hyena pikirkan padanya.

“Yak Kai kau belum menjawab pertanyaanku”

“kalalu begitu akan kujawab sambil aku membuka baju, bagaimana ?”

Hyena tak berkutik dan dengan terpaksa membalikan dirinya dari hadapan Kai dan melangkah kasar menuju arah pintu. “menyebalkan” Kai hanya bisa tertawa kecil, setidaknya ia sudah tidak ditanyai lagi.

“kau sudah pulang ?” Hyena tersenyum lebar disaat dirinya mendapati Sehun yang sudah memasuki apartement mereka.

“aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Oh iya, tadi Luhan oppa memberikanku beberapa bahan makanan korea jadi aku membuatkan sup kimchi untukmu, apa kau mau mencobanya sekarang ?”

Hyena sangat antusias bahkan dirinya sampai mengekori Sehun hingga ke pintu kamarnya yang bahkan Sehun sama sekali tidak menatap Hyena tetapi ia yakin Sehun pasti senang karena dirinya sudah membuatkan sup kimchi untuk Sehun.

“kau makan saja duluan, aku mau istirahat dulu” Hyena mengerutkan keningnya begitu dalam. Perkataan Sehun memang tidak terkesan dingin bahkan Sehun sempat menyunggingkan senyum kecil untuk Hyena tapi gadis itu tidak pernah melihat Sehun seperti ini.

Clek

Sehun bahkan menutup pintu kamarnya tepat dihadapaan Hyena membuat Hyena tak bergeming dari posisinya. Tapi gadis itu bersyukur karena Sehun tetap pulang.

10 menit

15 menit

20 menit sudah Sehun hanya berbaring terlentang di ranjang king sizenya. Hingga ponselnya berbunyi membuat konsentrasinya menatap langit-langit ruangan berwarna biru langit itu buyar.

Mandilah dan bersihkan badanmu Sehun-ah, aku tahu kau pasti masih bermalas-malasan di kamarmu kan ?

Sehun tersenyum dan secepat kilat dirinya beranjak dari ranjangnya itu dan segera membersihkan dirinya. Wangi mint dan menthol seketika menyeruak ke seluruh ruangan setelah dirinya selesai mandi dan keramas. Sehun pun dengan segera mengambil ponselnya dan mengetikkan rentetan kata disana.

Kau sudah mencium wangiku kan Ri-ya ?

Setelah menekan tombol send, dirinya pun mengambil baju kaos hitam dan celana selutut dari kopernya.

Makan dulu sebelum tidur

Satu pesan lagi dari Rin Ha dan membuat Sehun ingat bahwa dirinya memang belum makan malam dan segera keluar dari kamarnya menuju dapur. Dari kejauhan dia bisa melihat masih ada jejeran mangkuk dan gelas di meja makan yang memuat 4 orang itu. Tapi sesuatu membuat matanya membulat.

“kau belum tidur ?” suara Sehun membuat Hyena kaget dan segera beranjak dari posisi duduknya dan berbalik ke arah Sehun lantaran dirinya memang duduk membelakangi Sehun.

“Oh, Sehun makanlah. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu” Sehun hanya mengangguk dan segera duduk di kursi dihadapan Hyena lalu menyantap masakan gadis dihadapannya itu. Wangi mint dan menthol Sehun yang sudah agak lama tidak ia cium itu pun masuk di indra penciumannya.

Melihat Sehun didepannya memakan dengan lahap masakannya membuat Hyena tersenyum. Dirinya bisa melihat dengan dekat wajah putih polos dan hidung mancung milik Sehun.

“kau tidak makan ?”

“ani, makanlah” jawab Hyena.

Keheningan kembali mengisi waktu mereka. Hanya suara sendok yang mengetuk piring menghiasi seluruh ruangan.

“aku kira kau tidak mau makan bersamaku lagi” Hyena mengeluarkan kata-katanya dengan penuh kehati-hatian takut membuat Sehun kembali bersikap dingin dengannya karena untuk pertama kalinya mereka makan tanpa ada pertengkaran mengenai rasa masakan Hyena atau hal-hal kecil yang sama sekali tidak perlu untuk dipermasalahkan.

“baru sehari aku meninggalkanmu kau sudah rindu setengah mati ternyata”

“kau kegeeran”

“lihatlah pipimu merah, haha” tawa Sehun meledak lantaran pipi Hyena semakin memerah membuat dirinya tidak dapat menahan tawa. Jujur, Sehun benci keheningan jika bersama Hyena.

“yak, habisi saja makananmu itu” Hyena mengerucutkan bibirnya. Biasanya dirinyalah yang menggoda lelaki dan tak pernah termakan oleh kata-kata manis yang keluar dari mulut namja yang mendekatinya tapi Sehun membuat dirinya tidak bisa mengendalikan emosinya itu.

“besok kita jalan-jalan”

“tapi….”

“kau harus ikut dan tidak ada penolakan”

“tapi besok Luhan o….” Lagi lagi Hyena tidak dapat melanjutkan kalimatnya lantaran Sehun yang menyumpal mulutnya dengan gumpalan nasi dan telur membuat dirinya bahkan sampai tersedak.

Tawa Sehun semakin menggelegar ke seluruh ruangan lantaran dirinya yang tidak memberikan air kepada Hyena membuat Hyena masih terus terbatuk.

Kegaduhan kembali terdengar diseluruh ruangan. Aksi kejar-kejaran mereka tiada hentinya dikarenakan Hyena tak mau kalah dan ingin membalaskan dendamnya pada Sehun. Dan salah satu penghuni ruangan itu harus bersabar, tidurnya yang tadi nyenyak harus terganggu karena suara tawa dan teriakan yang keluar dari mulut Hyena dan Sehun yang tiada henti.

—————————————–

Disinilah mereka. Menikmati sebuah cupcake dan kopi starbuck untuk menghilangkan rasa haus dan lapar lantaran sinar matahari yang menyinari kota L.A cukup terik. Setelah menghabiskan waktu kurang dari dua jam untuk menaiki hampir semua wahana disana Luhan dan Rin ha memutuskan untuk duduk di sebuah café sembari melihat parade mascot tokoh-tokoh Disney.

“kau perlu memakan obatmu sekarang”

“nanti”

“sudah jadwalnya Rin Ha” sejak masuk di café Luhan sudah setengah mati membujuk gadis berumur 21 tahun itu untuk meminum obatnya tapi Rin Ha terus saja menghiraukan Luhan.

“15 menit lagi Ge”

Luhan hanya menghembuskan nafasnya kasar. Sedari tadi Rin Ha hanya memandang keluar jendela memperhatikan dua sejoli yang bermain-main bersama mascot Micky dan Minnie Mouse. Dan Luhan bisa menyimpulkan dari semua spekulasinya sejak kemarin hari ini.

“aku mau pulang”

“yakin ?” Rin Ha hanya mengangguk yang sudah sekitar lima menit berdiri didepan pintu masuk café. Bahkan Luhan harus menyerahkan beberapa pasiennya di rumah sakit ke dokter lain lantaran Rin Ha ngotot agar dirinya ditemani di Disneyland padahal awalnya Rin Ha sama sekali tidak mau jika Luhan ikut dalam acara jalan-jalannya hari ini.

“kalau begitu aku pamit dulu dengan mereka”

“kita pulang saja, perutku sakit” bohong. Rin Ha bohong lantaran tidak tahan lagi melihat Sehun terus menempel bersama Hyena. Bahkan sejak mereka membeli tiket masuk. Baru kali ini Sehun mengacuhkannya.

Luhan tahu Rin Ha bohong. Dia juga tahu apa yang menyebabkan pasiennya ini berbohong. Ia pun mengirimkan pesan singkat kepada adiknya agar Hyena tidak khawatir.

Hyena yang melihat Sehun kebingungan pun membuka mulutnya “Luhan oppa dan Rin Ha sudah pulang”

“apa pulang ?” suara Sehun meninggi, seketika air muka Sehun berubah dari yang tadinya khawatir menjadi marah. Dengan langkah lebarnya dirinya pergi keluar dari wahana Disneyland sembari terus menaruh ponsel miliknya ditelinganya dan pergi tanpa menghiraukan Kai dan Hyena yang terus memanggil namanya.

Dengan nafas tersengal Kai dan Hyena pun berhasil menyusul Sehun yang sudah berada di mobil dan siap melajukan mobilnya.

“kita itu datang bersama jadi kita juga harus pulang bersama, kau lupa kita tidak di Korea Sehun” Hyena berusaha mengatur nafasnya sembari membungkuk untuk melihat Sehun melalui kaca mobil.

“aku tidak pulang dan ada urusan. Kai antar Hyena kembali ke Chicago, aku akan menyusul”

“yak Sehun tidak bisakah kami ikut ?”

“Kai lakukan saja perkataanku, minggirlah aku mau pergi sekarang”

“Rin Ha itu pulang bersama Luhan Hyung kau tidak usah sekhawatir ini, santailah”

Sehun sama sekali tidak menghiraukan perkataan Kai dan dengan segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Emosi sudah memenuhi Sehun dan tidak ada yang bisa menghalanginya saat ini.

“Hyena kenapa tadi kau tidak mencegahnya ?”

Kai merusak lamunan Hyena. Sejuta pertanyaan menyeruak di kepalanya. Mengapa Sehun begitu protektif kepada Rin Ha ? Hyena yakin hubungan mereka bukan hanya sekedar teman tapi tidak mungkin Sehun merahasiakan hubungan mereka kepadanya.

“Hyena”

“tadi aku sudah mencegahnya”

“kau mencegahnya hanya sekali”

“aku….., em, kenapa Sehun sekhawatir itu ? apa Rin Ha-ssi benar benar sakit parah”

Baiklah Kai menyerah. Ia rasa hal ini tidak perlu ditutupi lagi karena Sehun sendiri bahkan secara terang-terangan sudah tidak bisa diajak kompromi, meski Kai sendiri yang mau menutupi hubungan mereka tanpa persetujuan Sehun tapi Kai pikir mungkin lebih baik jika Hyena tidak perlu tahu.

“baiklah, Rin Ha itu menderita lambung bocor. Dia dan Sehun sudah berteman sejak kecil itulah kenapa Sehun begitu mengkhawatirkannya. Sekarang kita pulang atau kau masih mau jalan-jalan ?”

Hyena tidak menjawab. Hyena tahu dirinya bukanlah sosok yang sudah mengenal Sehun sejak lama. Dia bahkan sadar bahwa perasaannya terhadap Sehun selama ini hanya bertepuk sebelah tangan. Mereka bahkan saling mengenal belum cukup sebulan. Oh tidak, bukan saling mengenal, dirinya dan Sehun hanya menghabiskan waktu bersama sepanjang hari selama ini, tidak lebih.

Tapi entahlah. Yang Hyena rasakan hanya ingin terus bersama Sehun. Dia tidak peduli apa mereka akan tertawa, menangis, marah ataupun kecewa selama itu tetap bersama Sehun. Hyena kini hanya merutuki dirinya sendiri tidak dapat menemani Sehun. Dirinya pun memutuskan untuk menyusul Sehun. Ia tidak peduli Sehun akan memarahinya atau mengacuhkannya, Hyena hanya ingin mengurangi beban yang dirasakan Sehun saat ini.

Tidak terlalu sulit bagi mereka untuk tahu keberadaan Sehun. Hanya dengan menghubungi Luhan mereka berdua pun lalu segera bertolak ke rumah Rin Ha.

Tidak perlu waktu lama bagi Sehun untuk tiba dirumah Rin Ha lantaran mobil sportnya melaju begitu kencang, membuat waktu tempuh yang dimilikinya sangat singkat bahkan dirinya sudah tiba tujuh menit lebih dahulu sebelum Luhan dan Rin Ha.

Sehun memang sengaja mendahului mobil mereka karena ingin memberikan kejutan tepatnya hukuman untuk Rin Ha. Bukannya karena Rin Ha meninggalkannya tanpa berpamitan tapi karena Rin Ha sendiri tahu ketika mereka bersama harus Sehun lah yang merawat dan terus bersamanya. Itulah janji Sehun dan Rin Ha sebagai saksinya. Tidak peduli janji itu sudah usang dimakan waktu tapi Sehun tetap saja melaksanakan janji yang dibuatnya itu.

“pulang tidak bersamaku ?” Sehun kini memasang wajah pemain pokernya. Ekspresi dingin yang ditampakkan Sehun untuk pertama kalinya kepada Rin Ha namun kekesalan yang dialami Rin Ha belum surut membuatnya tidak peduli dengan perubahan sikap Sehun terhadapnya.

“pulanglah, aku lelah” saking kesalnya Rin Ha bahkan tidak menatap Sehun dan berjalan melewati Sehun memasuki rumahnya. Luhan yang sedari tadi berdiri menyaksikan tatapan dingin dan membunuh dari kedua belah pihak hanya menggeleng dalam hati dan mengekor mengikuti pasiennya itu.

“kau boleh pulang Hyung, dia bersamaku sekarang” seru Sehun dengan tatapan yang bahkan jauh lebih dingin dari yang tadi.

“mungkin efek obat darimu tidak berfungsi hari ini Sehun, lebih baik kaulah yang pulang karena Rin Ha sudah melewati jadwal makan obatnya sekarang”

Sehun kini menatap death glare Luhan membuat bulu kudu Luhan merinding dan akhirnya menyerah. Ia tahu Sehun memang obat paling mujarab untuk Rin Ha tapi untuk hari ini Luhan meragukan hal itu.

“aku akan pulang tapi pastikan dia meminum obatnya Sehun-ssi. Kau sendiri lebih tahu bagaimana rasa sakit yang akan dideritanya jika sampai dia melewatkan obatnya hari ini”

Meninggalkan Rin Ha dengan kondisi yang tidak jelas tentu saja akan mengancam karir Luhan sebagai salah satu dokter terpandang di USA, tapi dia berat untuk tidak melakukan perintah orang yang telah membangun karirnya. Sehun lah yang merekomendasikan Luhan untuk bekerja di rumah sakit milik Oh Corps dan itulah mengapa ia yang merawat Rin Ha selama di Amerika karena Sehun-lah yang memintanya.

Sehun kini memasuki rumah dan mendapati Rin Ha yang duduk tepat didepan tv yang menyala namun pandangannya kosong. Dirinya kini duduk disamping gadis itu dan ikut menatap layar tv. “kenapa belum makan obat ?”

Rin Ha tak menjawab.

“kenapa tidak menyuruhku mengantarmu pulang Ri-ya ?” tanya Sehun dengan nada yang selembut mungkin.

“bagaimana mengantarku pulang kalau kau menganggapku saja seperti tidak ada disana” Sehun menghela nafas, dirinya kini menggenggam tangan Rin Ha.

“mianhe Ri-ya” kedua tangannya kini menggenggam tangan kanan milik Rin Ha dan terus mengucapkan kata maaf yang sama sekali dihiraukan wanita disampingnya itu.

“apa kau tidak kasihan melihatku seperti ini ? atau kau ingin aku benar-benar pulang hm ?” Sehun kini menatap Rin Ha dengan tatapan sendu dan begitu err- tampan membuat siapa pun yang menatapnya tentu saja tidak bisa mengindahkan ketampanannya itu.

“jangan seperti itu lagi, aku tidak suka menatap wajahmu seperti itu”

“seperti ini ?” Sehun bahkan memasang wajah aegyo membuat Rin Ha mencubit pipi namja itu keras karena tidak mendengarkan perkataannya.

—————————————————

Warna jingga kini menghiasi Negara bagian California. Angin sepoi yang berhembus cukup kencang membuat rambut terurai gadis itu bertebrangan tidak beraturan. Dari kejauhan dirinya terus mengawasi namja dan yeoja yang ada dihadapannya takut-takut terjadi apa-apa.

Dirinya tak habis pikir akan sesakit ini melihat mereka yang terus saling menautkan jarinya satu sama lain. Tidak pernah terlintas dipikirannya seorang Oh Sehun bahkan tidak meliriknya, sedikit pun. Rasanya ingin menangis dan memberontak kenapa Sehun terus memberikannya harapan dan sesuatu yang tidak jelas. Namun hatinya tetap ingin terus bersama namja itu tidak peduli seberapa besar pun sakitnya.

“kau belum mau pulang Hyena ?” tanya Kai mencoba untuk menenangkan hati temannya itu.

“ani, Sehun bilang kita akan pulang bersama kan ?” Kai hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap keras kepala Hyena. Kai tidak bisa membayangkan perasaan Sehun saat ini dikarenakan dua gadis yang tidak mau berpisah dengannya.

Dari kejauhan Sehun memanggil mereka. Bermaksud untuk berjalan bersama dan mengurangi keheningan tetapi yang terjadi hanya kecanggungan dan tatapan tajam antara dua gadis yang ditengahi oleh Sehun itu.

“bagaimana kalau kita makan cupcake disana ?” Kai terus saja menawarkan berbagai penawaran untuk mengusir ketegangan diantara mereka.

Keempat orang itu kini menyantap cupcake-nya ditemani dengan hiruk pikuk suasana Negara bagian Amerika itu. “bukannya kau tidak suka keju ?” Sehun membuka pembicaraan karena sedari tadi tak ada yang mau memulai.

“aku memang tidak suka, tapi cupcake ini rasanya enak” Hyena kini melahap dua cupcake yang ada dihadapannya dengan cepat karena tahu Sehun akan merebut miliknya. Rin Ha yang sedari tadi melihat permainan mata kedua sejoli itu hanya diam.

Apa ini yang dimaksud Kai ? mungkinkah ? Mungkin dia-lah orangnya. Mungkin aku harus merelakan semuanya. Mungkin ini lah saatnya. Kuharap Kai benar.

Hanya itu yang ada dipikiran Rin Ha saat ini, asumsi mungkinkah hanya terngiang di kepalanya. Disaat dirinya menelan suapan cupcake pertamanya tiba-tiba dirinya merasakan sakit yang teramat sangat di perut bagian kirinya. Ia bahkan tidak bisa menutupi raut mukanya yang sedari tadi ia sembunyikan didepan ketiga orang itu.

“kau baik-baik saja Rihan-ssi ?” kini Hyena berani untuk membuka mulutnya. Sedari tadi ia memang melihat raut wajah Rin Ha yang pucat dan menahan sesuatu.

“Ri-ya ?” kini Sehun tak kalah khawatirnya membuat aktivitas makannya terhenti.

“Sehun aku mau ke toilet sebentar”

Seketika tubuh Rin Ha ambruk setelah beranjak dari posisi duduknya. Tubuh mungilnya kini tergelatak lemas di lantai dengan tangannya yang terus memegangi perutnya. Air muka Sehun menegang. Dirinya terus mengguncangkan tubuh Rin Ha dan meneriakan namanya.

“Sehun sebaiknya…..”

“PERGI, kalian pergi sekarang” Sehun menghardik keras Hyena. Keadaan Rin Ha membuat emosinya meningkat dengan sekejap. Kondisi Rin Ha yang tak kunjung membuka matanya membuat dirinya mengangkat Rin Ha dari lantai dan memasukannya ke mobil.

Secepat kilat dirinya menancap gas menuju rumah Rin Ha yang hanya berjarak beberapa blok membuat Kai dan Hyena harus berjalan kaki. “kau baik-baik saja Hyena ?”

“kau jangan menanyakan keadaanku, Rin ha-ssi sepertinya benar-benar kesakitan. Aku akan menelpon Luhan oppa”

“jangan, maksudku nanti biar Sehun sendiri yang menghubunginya”

“astaga Kai, kenapa harus Sehun ? kita juga harus membantunya” Hyena benar-benar khawatir melihat keadaan Rin Ha. Pesan singkatnya sudah dkirimkan ke Luhan. Saat kaki jenjangnya berjalan menuju pekarangan rumah Rin Ha Kai malah menarik tangannya memasuki taksi yang entah sejak kapan sudah menunggu mereka berdua.

“apa yang kau lakukan ?”

“kau tidak dengar ? sebaiknya kita pulang sekarang. Sehun pasti akan pulang, kau tenang saja”

“tapi Kai”

“mengertilah Hyena, kalau tidak Sehun justru akan semakin termakan emosi”

————————————————–

Hyena yang sudah menyiapkan berbagai macam masakan kini duduk termenung menantikan kepulangan Sehun. Rasa khawatinya kini berkurang karena sejam yang lalu Sehun menelponnya dan dia mengatakan bahwa dirinya akan segera pulang.

Suara pintu terbuka pun masuk ke indra pendengaran Hyena, membuatnya langsung berdiri dan menjemput Sehun. “bagaimana keadaannya ?”

Sehun hanya membalas dengan senyuman kecil. Dirinya pun segera menuju ke meja makan “bolehkah aku memakannya ?” Hyena mengangguk dengan senyuman yang lebar. Ia begitu senang Sehun sudah tidak lagi dihiasi dengan rasa emosi.

“enak”

“makanlah yang banyak, besok kita akan pulang”

“aku belum pulang”

Hyena berusaha menahan air matanya, sebegitu berharganya kah seorang Rin Ha untuk Sehun ? Hyena sadar pertemuan mereka sangat singkat tapi perkataan Sehun masih terngiang di kepalanya. ‘aku ingin selalu tertawa bersamamu’

Tiba-tiba Sehun beranjak dari posisinya dan memasuki kamar. Hyena tak bergeming dan masih kalut dengan pikirannya sendiri hingga Sehun keluar dengan koper besar hitam miliknya.

Hyena tak terima diperlakukan seperti ini. Dia sudah menyerahkan hatinya untuk Sehun dan apa ini yang Sehun sebut dengan balasan ? ini memang tidak masuk akal untuk sebagian orang tapi apa hanya Sehun yang boleh bahagia ? dia juga ingin bahagia. Hyena tidak peduli, kali ini biarkanlah sosok Hyena menuruti egonya.

“kenapa kau meninggalkanku ?”

Sehun mengeritka dahinya bingung.

“jika kau tidak bisa menepati janjimu maka janganlah membuat janji apalagi memberi harapan kepada seseorang. Apa kau tidak ingat ? oh bahkan aku yakin kau sudah lupa”

“jangan basa-basi Hyena, katakan apa maumu ?”

“teruslah tertawa, teruslah seperti ini, bersamaku. Kau ingat ? kau yang memintaku dan sekarang kau sendiri yang melanggarnya ?”

Runtuh sudah pertahanan Hyena. Ia tidak lagi dapat membendung air asin yang sedari tadi tertahan dikelopak matanya. Dia sudah tidak sanggup lagi dijadikan sebagai pelampiasan oleh seorang Oh Sehun.

Ia butuh kejelasan.

“entahlah, aku tidak tahu akan sesulit ini. Aku tidak tahu bagaimana perasaan ini terus datang menggangguku. Aku tidak tahu mengapa bisa sesakit ini saat melihatmu bersamanya, tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa waktu bersamamu meskipun itu sangat singkat tapi begitu indah untukku, sangat indah bahkan diriku yang begitu bodohnya berharap agar ini terus berlanjut”

Hyena kini tidak bisa lagi menahan bobot tubuhnya. Kakinya terkulai lemas hingga dirinya kini tertunduk dan menangis.

“A-aku mencintaimu dan selalu ingin bersamamu tidak peduli kita harus tertawa, marah, kecewa, atau menderita sekalipun. Aku hanya ingin bersamamu Oh Sehun”

Hening.

Sehun hanya mendengar suara isakan tangis Hyena. Entah apa yang merasuki Sehun saat ini tatapan dinginnya itu kembali lagi “aku harus pergi”.

Kalimat yang dengan mudahnya terlontar dari mulut Sehun sukses membuat gadis yang masih tertunduk itu semakin memperdalam tangisnya. Hyena menyesal, sangat. Ia tahu hal ini akan terjadi. Hal ketika dirinya ingin memberitahu Sehun betapa dirinya mencintai lelaki itu dan lelaki itu akan pergi berbalik meninggalkannya. Persis seperti apa yang dipikirannya. Hyena kini terus merutuki dirinya sendiri yang begitu bodohnya membiarkan Sehun mengetahui perasaannya.

Apa kau tidak akan kembali ?

Apa tidak secuil pun kebersamaan kita di hatimu ?

Apa kau sama sekali tidak bisa melihatku ?

TBC

 

Advertisements

3 thoughts on “[ThreeShoot] Confused : Love Me Right (2/3)

  1. Hai hai,,, aq bru nih,,, wah complicated bnget yah,,, sehun terjebak dgn rasa masallu,,, kasian yah hyena dsni,,, jdikn jongin cast cowo yg mnaruh hti k hyena dong,, biar s sehun jungkir balik untk memilih antra hyena n rin ah,,,,ayo ayo
    Nice ff dear

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s